STEI Al-Ishlah Cirebon dan BPKH Gelar Seminar Nasional Pengelolaan Keuangan Haji dan Potensi Wakaf untuk Keberlanjutan Pendidikan

Cirebon, 2 Oktober 2025 — Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Al-Ishlah Cirebon bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional BPKH Mastering Class dengan tema “Pengelolaan Keuangan Haji & Potensi Wakaf untuk Keberlanjutan Pendidikan.” Acara yang digelar di Auditorium STEI Al-Ishlah ini menjadi ruang penting bagi sivitas akademika untuk memahami pengelolaan dana haji secara profesional dan peluang pemanfaatan wakaf dalam mendukung pendidikan jangka panjang.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber nasional, yaitu Miftahuddin, Deputi Kemaslahatan BPKH, serta Prof. Dr. Achmad Kholiq, MA, Ketua STEI Al-Ishlah Cirebon. Keduanya memberikan paparan mendalam yang memadukan aspek kebijakan, data empiris, dan relevansi akademik mengenai tata kelola dana haji dan penguatan ekosistem wakaf produktif di Indonesia.

Dalam sesinya, Miftahuddin memaparkan perkembangan pengelolaan keuangan haji oleh BPKH, termasuk akuntabilitas investasi syariah, perkembangan dana kelolaan yang mencapai lebih dari Rp170 triliun, serta nilai manfaat yang didistribusikan bagi jutaan jemaah haji. Ia juga menyoroti urgensi pendaftaran haji sejak usia muda, besarnya masa tunggu nasional yang rata-rata 26 tahun, serta peran investasi keuangan syariah dalam memastikan keberlanjutan penyelenggaraan ibadah haji.

Sementara itu, Prof. Dr. Achmad Kholiq menekankan besarnya potensi wakaf dalam menopang keberlanjutan pendidikan. Dalam materinya, beliau menggambarkan bagaimana wakaf tanah, wakaf uang, dan wakaf produktif dapat dikembangkan sebagai instrumen strategis pembiayaan pendidikan, pengembangan sekolah, pesantren, riset ilmiah, hingga inovasi teknologi pendidikan. Menurutnya, wakaf memiliki kekuatan sosial dan ekonomi yang mampu menopang pemerataan akses pendidikan di Indonesia.

Penyelenggaraan Seminar Nasional ini memperkuat komitmen STEI Al-Ishlah Cirebon dalam memberikan pengalaman akademik yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui kolaborasi dengan BPKH, STEI Al-Ishlah berharap dapat memperluas literasi keuangan syariah, membangun kesadaran generasi muda mengenai pengelolaan dana haji, serta memperkuat pemahaman tentang wakaf sebagai instrumen keberlanjutan pendidikan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan