STEI Al-Ishlah Cirebon Terima Dua Keputusan Menteri Agama, Perkuat Langkah Transformasi Menuju Institut

Cirebon — Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Al-Ishlah Cirebon kembali mencatatkan langkah penting dalam pengembangan kelembagaan dan perluasan kontribusi di bidang pendidikan tinggi Islam. Pada Jumat, 10 April 2026, STEI Al-Ishlah Cirebon menerima Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia (KMA) terkait izin penyelenggaraan dua Program Studi Program Sarjana, yaitu Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) bertempat di ruang Lantai 2 Gedung Rektorat STEI Al-Ishlah.

Dua keputusan tersebut masing-masing tertuang dalam KMA Nomor 1710 Tahun 2025 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Program Sarjana dan KMA Nomor 1711 Tahun 2025 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Program Sarjana pada STEI Al-Ishlah Cirebon.

Penyerahan keputusan tersebut dilakukan secara langsung oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., kepada pihak STEI Al-Ishlah Cirebon. Momentum ini menjadi bagian penting dari perjalanan STEI Al-Ishlah dalam memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus mempersiapkan pengembangan institusi yang lebih luas.

Ketua STEI Al-Ishlah Cirebon menyampaikan bahwa hadirnya dua program studi baru tersebut merupakan capaian strategis yang tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif dan legalitas penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar institusi dalam memperluas akses dan kontribusi pendidikan tinggi Islam bagi masyarakat.

“Penambahan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah merupakan langkah strategis bagi STEI Al-Ishlah Cirebon. Ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta berlandaskan nilai-nilai Islam,” ungkapnya.

Kehadiran Program Studi Manajemen Pendidikan Islam diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam, baik dari aspek manajerial, kepemimpinan, administrasi maupun pengembangan kelembagaan.

Sementara itu, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah diarahkan untuk mencetak calon pendidik yang profesional, kompeten, berkarakter, serta memiliki kemampuan dalam mengembangkan pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar berbasis nilai-nilai keislaman.

Penambahan kedua program studi tersebut juga semakin memperkuat arah pengembangan STEI Al-Ishlah Cirebon dalam mewujudkan transformasi kelembagaan menuju Institut Al-Ishlah Cirebon. Transformasi tersebut merupakan bagian dari visi besar institusi untuk menghadirkan perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perubahan zaman.

Dengan bertambahnya program studi, STEI Al-Ishlah Cirebon kini memiliki peluang yang semakin besar untuk mengembangkan ekosistem pendidikan tinggi yang multidisipliner, mengintegrasikan keilmuan ekonomi, pendidikan, manajemen, dan keislaman dalam satu lingkungan akademik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Capaian ini sekaligus menjadi momentum bagi seluruh sivitas akademika STEI Al-Ishlah Cirebon untuk meningkatkan kualitas tata kelola, sumber daya manusia, kurikulum, sarana prasarana, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan akademik.

Penyerahan dua KMA ini bukan sekadar penambahan program studi, tetapi menjadi pijakan baru bagi STEI Al-Ishlah Cirebon untuk terus bertumbuh dan mengambil peran lebih besar dalam mencetak sumber daya insani yang unggul, profesional, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Dengan semangat tersebut, STEI Al-Ishlah Cirebon optimistis bahwa pengembangan kelembagaan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia serta menjadi bagian dari perjalanan menuju Institut Al-Ishlah Cirebon yang unggul dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan