STEI Al-Ishlah Cirebon Bersiap Bertransformasi Menjadi Institut Al-Ishlah Cirebon

Cirebon – Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Al-Ishlah Cirebon terus memperkuat langkah transformasi kelembagaan menuju Institut Al-Ishlah Cirebon. Proses perubahan bentuk perguruan tinggi tersebut memasuki tahapan penting melalui Asesmen Lapangan Perubahan Bentuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Asesmen lapangan dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026, bertempat di Gedung Rektorat STEI Al-Ishlah Cirebon. Tim asesor dipimpin oleh Dr. Ahmad Mahfud Arsyad, M.Ag., Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Republik Indonesia. Kehadiran tim asesor menjadi bagian penting dalam proses evaluasi terhadap kesiapan STEI Al-Ishlah Cirebon untuk melakukan perubahan bentuk kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi institut.

Perubahan bentuk tersebut merupakan bagian dari ikhtiar STEI Al-Ishlah Cirebon dalam mengembangkan kapasitas kelembagaan dan memperluas kontribusi pendidikan tinggi Islam. Transformasi menuju institut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pengembangan program studi, keilmuan, sumber daya manusia, serta layanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Dalam pelaksanaan asesmen lapangan, tim dari Kementerian Agama melakukan penilaian terhadap berbagai aspek kesiapan institusi, baik dari sisi tata kelola kelembagaan, akademik, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemahasiswaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun aspek pendukung lainnya.

Bagi STEI Al-Ishlah Cirebon, asesmen lapangan bukan sekadar tahapan administratif dalam proses perubahan bentuk, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan penguatan terhadap seluruh sistem penyelenggaraan pendidikan tinggi.

“Transformasi menjadi Institut Al-Ishlah Cirebon merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan kebutuhan masyarakat di masa depan,” demikian semangat yang terus dibangun dalam proses transformasi kelembagaan tersebut.

Transformasi ini juga diharapkan semakin memperkuat posisi Al-Ishlah dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang terintegrasi, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman, profesionalisme, dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Dengan terlaksananya asesmen lapangan, STEI Al-Ishlah Cirebon optimistis proses perubahan bentuk menuju Institut Al-Ishlah Cirebon dapat berjalan secara baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Seluruh civitas akademika dan pemangku kepentingan diharapkan terus memberikan dukungan terhadap proses transformasi tersebut sebagai bagian dari ikhtiar bersama menuju lembaga pendidikan tinggi Islam yang semakin unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan